MAKOSAT

Setelah Indonesia merdeka, kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) masih banyak rongrongan dan gangguan baik dari dalam maupun dari luar negeri. Rongrongan dan gangguan dalam bentuk pemberontakan – pemberontakan di daerah provinsi wilayah NKRI  seperti DI/TII ( Darul Islam / Tentara Islam Indonesia), PKI (Partai Komunis Indonesia ), RMS (Republik Maluku Selatan), Permesta, Pemberontakan Kahar Muzakar dan sebagainya, yang semuanya itu ingin memisahkan diri dari NKRI. sedangkan rongrongan dan gangguan yang dari luar negeri seperti peristiwa Agresi Militer Belanda I dan II dan konfrontasi dengan Malaysia.

Melihat perjalanan sejarah perjuangan Kepolisian yang menjadi titik awal sebutan Kepolisian Negara Republik Indonesia  saat ini tidak terlepas dari apa yang disebutkan oleh Atim Soepomo dkk, 1996 : 21 dalam bukunya yang berjudul “ Brimob Polri Jateng dan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta ) Dalam Lintasan Sejarah” bahwa masa perjuangan setelah kemerdekaan diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 lahir Tokubetsu Keisatsu Tai  yang dibentuk oleh militer Jepang pada April 1944, yang kemudian berubah nama menjadi Polisi Istimewa ( PI ) yang kemudian menjadi Mobile Brigade (Mobrig) dan akhirnya menjadi Brigade Mobile ( Brimob ), aktif  dalam arena perjuangan di semua Front menyatu dengan masyarakat. (Wenas, 2006)

Kita ketahui, daerah Kalimantan Barat yang secara geografis berbatasan dengan Malaysia dan laut China selatan, sehingga menimbulkan banyak kerawanan keamanan dan ketertiban masyarakat termasuk sering terjadinya penyelundupan ( smuggle ) seperti sembako, hasil sumber daya alam serta masuknya Imigran gelap ke wilayah Indonesia melalui Kalimantan Barat.

Untuk menghadapi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tersebut maka Kepolisian Kalimantan Barat atas perintah pimpinan AKRI (Angkatan Kepolisian Republik Indonesia) di Pontianak membentuk pula Mobile Brigade seperti pada tiap Keresidenan di Pulau Jawa. Hal ini tujuannya untuk memiliki pasukan inti dan tulang punggung kepolisian yang kuat, mampu bergerak cepat dan selalu siap dalam menjaga keamanan umum serta menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

PEMBENTUKAN SAT BRIMOB KALBAR

Pada awalnya, Mobile Brigade wilayah Kalimantan Barat adalah kiriman dari Banjarmasin Kalimantan Selatan, namun seiring perkembangannya dan terbentuknya Mobrig di setiap Provinsi dan kota – kota di wilayah Pulau Jawa pada tahun 1950 dan pada tahun 1951 dibentuk sampai ditingkat kabupaten. Di tahun 1951 di Pontianak Kalimantan Barat juga di bentuk satu kompi 5169 Mobrig yang beralamat di Jl. Jendral Urip ( Sekarang Matahari Mall) untuk mengamankan Wilayah Kalbar yang langsung berbatasan dengan Malaysia.

Dalam perkembangannya sejak tahun 1951 sampai sekarang, satuan Brimob Kalimantan Barat dapat dilihat dari Organisasi, Kekuatan Personil, Pimpinan Satuan, Kedudukan Satuan serta Sarana dan Prasarananya.

SEJARAH AWAL

ORGANISASI

Organisasi Satuan Brimob Polda Kalbar pertama dibentuk pada tahun 1951.Markas dan kantornya berada di Jl. Jenderal Urip Pontianak. Pada awalnya hanya terbentuk satu kompi dengan sebutan kompi 5169 Mobile Brigade (Mobrig), angka  51 merupakan tanda tahun berdirinya kompi, sedangkan 69 merupakan nomor urut Kesatuan Kompi dari pusat.

KEKUATAN ORGANISASI

Kompi 5169 Mobile Brigade (Mobrig) Pontianak pada saat itu personilnya merupakan Rekruitmen dari polisi dinas umum dan Perintis yang kemudian di didik untuk menjadi anggota Mobrig, sedangkan jumlah perkuatan pada masa itu sebanyak 58 Personil.

KOMANDAN SATUAN

Masa Kepimpinan satuan Kompi 5169 Mobile Brigade Pontianak mengalami pergantian kepemimpinan yaitu sebagai komandan kompi yang pertama adalah Inspektur Polisi Satu Sucipto, setelah itu diganti Oleh Inspektur Polisi Satu Said, dan sebagai Komandan Kompi yang ketiga adalah Inpektur Polisi Satu Asmani Brotojoyo.

KEDUDUKAN SATUAN

Kedudukan Markas dan kantor kompi 5169 terletak di Jl. Jendral urip Pontianak, sedangkan anggotanya di tempatkan pada Asrama Brimob Sungai Periok Siantan di seberang kota Pontianak Utara

KOMANDAN SATUAN BRIMOB DARI MASA KE MASA

Sekali Melangkah Pantang Menyerah,
Sekali Tampil Harus Berhasil
Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan